Mahfud MD, Tentang Setan Ketemu Setan Dalam Kasus Korupsi
Mahfud MD, Setan Ketemu Setan
Kisaran, 12 Juli 2026
Banyaknya kasus korupsi yang merebak di awal bulan Juli 2026 ini memang berhasil menarik perhatian masyarakat. Masyarakat pun terlihat ramai-ramai meresponnya dengan berbagai sikap atas korupsi yang disorotinya. Terkait naiknya Wakil Bupati Langkat menjadi Plt Bupati Langkat, media online pun banyak yang membuat judul berita yang menarik perhatian. Prolegal News membuat judul yang tajak dalam pemberitaan nya terkait hal ini. Judul tersebut adalah, Suami Masih Dalam Bui Karena Korupsi, Istri Naik Jadi Plt Bupati Langkat | Tipikor | Prolegal News.
Yang terkini berasal dari Jakarta. Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI (Jampidsus) menjadi terkenal seketika. Paska penggeledahan cafe de’CLAN Signature dan di Koin Money Changer di wilayah Cipete, Jakarta Selatan, namanya pun menjadi perhatian. Salah satu Judul berita terkait hal ini yang menarik perhatian adalah yang menyebutkannya sebagai algojo. Judul beritanya adalah, Febrie Ardiansyah, Algojo Beringas Peliharaan Jokowi yang Dihabisi Jokowi Sendiri – Olenka.
Selain kasus-kasus diatas, masih banyak cerita kasus korupsi yang bergulir saat ini. Dan semua dengan model dan cara korupsinya masing-masing. Namun ternyata hanya kelompok masyarakat menengah saja sepertinya yang merespon pemberitaan hangat tentang kasus korupsi tersebut. Mereka bicara di media sosial dalam bentuk Podcast, video pendek, dan media lainnya.
Mahfud MD sendiri memiliki ungkapan yang firal terkait korupsi ini. Dalam sebuah pemberitaan media online, ternyata dia menyebutkan tentang setan ketemu setan. Judul berita tersebut adalah, Mahfud MD Beri Jempol: Saling Bongkar Korupsi Itu Bagus, Setan Ketemu Setan, Tangkap Saja Semua – Tribun Video.
Lucu, tapi berhasil membuat banyak masyarakat menjadi tersenyum saat membaca judul tersebut. Selain itu, banyak masyarakat yang menjadi memperhatikan kasus tersebut dan memberi komentar yang beragam-ragam. Akan tetapi, masyarakat kelas menengah kebawah sepertinya belum juga menunjukkan responnya terkait dengan berita korupsi ini.
Baca : Rumah Jampidsus Dijaga TNI. Ucok: “Kok Gak Dijaga Polisi ?”
Tidak hanya masyarakat golongan menengah kebawah yang belum menunjukkan responnya. Sang agen perubahan (mahasiswa) sendiri pun belum menunjukkan gayanya seperti biasa dalam merespon korupsi. Biasanya, gaya para mahasiswa merespon korupsi adalah dengan cara berdemonstrasi. Namun hingga saat ini sepertinya belum ada aksi dari mahasiswa terkait hal ini. Padahal, judul berita tentang setan ketemu setan sudah cukup menarik perhatian seharusnya.
Ungkapan Mahfud MD tersebut menunjukkan tentang kondisi dikala para koruptor saling membongkar kasus korupsi para sesamanya selaku koruptor. Kondisi ini telah membuat sebagian orang menjadi tersenyum sekalipun sebagian lainnya justru bersedih. Bersedih bukan karena terlibat, namun karena melihat boboroknya kondisi negara terkait penegakan hukum tentang korupsi.
Dalam pandangannya Mahfud MD menegaskan agar ketika setan ketemu setan saling bongkar korupsi masing-masing, kiranya mereka dapat segera ditangkap saja. Pandangan tersebut sepertinya cukup realistis sebab terkait pembuktian korupsi tersebut dapat dimintakan kepada masing-masing mereka yang saling tuduh. Sehingga dengan mudah nya proses pembuktian tersebut, kiranya penangkapan dapat segera dilakukan. (yig)








