Tak Diduga, Annisa Asal Dojang Vlayesha Menjadi Finalis SNTC
Annisha Juara 2 SNTC Under 47 Kg Prestasi
Medan, 29 Juni 2026
Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sumatera Utara (Pengprov TI Sumut) baru-baru ini menggelar kejuaraan Taekwondo berlevel Nasional. Kejuaraan tersebut digelar dengan tajuk “Sumut National Taekwondo Championship (SNTC) 2026”. Kejurnas tersebut dari pantauan lapangan diikuti oleh beberapa provinsi diluar Sumatera Utara seperti Aceh, Riau, Sumatera Barat dan juga Kepulauan Riau.
Baca : TI Sumut Gelar Sumut National Taekwondo Championship 2026
Sejumlah 1400-an atlit turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Semuanya memiliki ambisi yang sama yaitu menjadi jawara di kelas yang diikutinya. Sang Jawara ditiap kelas pun harus rela dirinya kembali dijajal oleh para atlit yang sebelumnya telah dikalahkannya. Dan tidak hanya itu, para atlit debutan dikelas tersebut pun berkesempatan menguji kemampuannya dengan bertanding melawan Sang Jawara.
Namun yang menarik dan paling ditunggu oleh semua penonton adalah persaingan pada Klasifikasi Prestasi. Klasifikasi ini menurut Sanim Fakaruddin yang merupakan Petugas Talent Scouting SNTC 2026, adalah klasifikasi khusus atlit jago. “Kalau tak jago jangan coba-coba masuk klasifikasi prestasi, mendingan ikut klasifikasi pemula saja daripada berefek fatal”, ucap nya tegas. Lanjutnya, “Klasifikasi prestasi inilah yang kami pantau guna mencari atlit berbakat bagi penguatan Tim Taekwondo Provinsi Sumatera Utara”.
Dari sekian banyak Klasifikasi Prestasi dalam SNTC 2026 tersebut, salah satu Kelas yang menjadi sorotan adalah Kelas Under 47 Kg Putri Klasifikasi Cadet Prestasi. Betapa tidak, dalam sesi penyisihan Poll di Poll B Rasyika Nozora belum apa-apa harus tumbang secara mengejutkan. Ia harus tumbang saat menghadapi atlit debutan yang tidak dijagokan karena baru pertama bertanding dikelas tersebut.
Baca Juga : Aceh Besar Raih 17 Medali pada Sumut National Taekwondo Championship – RRI.co.id
Rasyika sendiri adalah pemegang medali perak pada kelas prestasi tersebut sejak tahun 2025 hingga gelaran PBTI Series April 2026 yang lalu. Dirinya yang akan mengakhiri perjalanannya di kelas tersebut pada kejuaraan ini, berencana menjadi Sang Jawara di SNTC 2026 sebelum meninggalkan kelas tersebut. Namun nasib berkata lain, dirinya harus tumbang di tangan Annisha Annida Arulia asal Dojang Vlayesha.
Annisha sendiri menurut Sanim Fakaruddin telah beberapa bulan ini menjadi perhatiannya karena usia yang sangat muda. “Anak itu masih muda, dikelas Pretasi Under 47 Kg ini dia atlit termuda. Peserta lainnya justru sudah berusia SMP dan menjelang masuk SMA”. Lanjutnya, “Saya pun tak menyangka Rasyika bisa kalah langsung 2 babak ditangannya”.
Atlit baru tersebut (Annisha), dari informasi yang diterima lewat panitia SNTC 2026 ternyata masih menyandang Sabuk Hijau Polos. Dirinya pun tercatat baru mulai mengikuti kejuaraan pada Juni 2025 pada gelaran Super Cups Piala Gubernur Sumatera Utara 2025. Pada awal pengalamannya bertanding di kelas pemula digelaran Super Cups Piala Gubernur Sumatera Utara 2025 tersebut pun dirinya harus menelan kekalahan.
Tak berhenti di Rasyika, selepas mengkanvaskan mimpi atlit penyandang Sabuk Biru Strip Merah tersebut Annisha menantang Ayatul Husna Syahbana. Dia (Ayatul) merupakan atli Taekwondo asal Dojang Universitas Sumatera Utara penyandang Sabuk Hitam Dan I Kukiwon. Dirinya pun (Ayatul) ditargetkan oleh pelatihnya mendulang medali emas untuk mengejar mimpin dojang nya menjadi juara umum di gelaran SNTC 2026.
Dengan maju kelapangan dari Sudut Merah Ayatul pun harus menghadapi keganasan atlit muda penyandang Sabuk Hijau Polos tersebut. Annisha yang maju kelapangan dari Sudut Biru langsung menyerang Ayatul dengan tendangan menerjang (Mireo Chagi dalam bahasa Korea) menggunakan kaki kanannya. Tendangan tersebut berhasil ditepis oleh Ayatul dengan melaganya dengan tendangan cangkul kaki depannya ( Up Hurigi dalam bahasa Korea).
Namun malang bagi Ayatul, dirinya tidak menyangka selepas benturan tendangan tersebut terjadi Annisha langsung mengeluarkan tendangan cangkul nya. Tendangan yang dalam bahasa Korea disebut Deol-o Chiki langsung membentur wajah Ayatul dengan kerasnya. Melihat Ayatul yang sempoyongan Annisha melanjutkan serangannya dengan tendangan yang sama dan langsung membentur kepala Ayatul pada bagian belakang.
Wasit yang memimpin langsung menghentikan pertandingan. Ia menahan Annisha yang sudah bersiap melanjutkan serangannya dengan tendangan yang sama kearah kepala Ayatul kembali. Wasit pun langsung menghitung 1 hingga 10 sembari memberikan kesempatan bagi Ayatul untuk memberi respon siap untuk kembali bertarung. Dikegentingan tersebut nasib baik menghampiri Ayatul. Bel tanda berakhirnya Babak Pertama yang berdering kencang menyelamatkannya untuk dapat beristirahat selama 45 detik kedepan.
Babak Kedua menjadi puncak keganasan Annisha. Setelah memasuki lapangan dan berteriak lantang dia pun langsung menerjang Ayatul kembali dengan tendangan Mireo Chagi. Dan selepas tendangan Annisha di counter oleh Ayatul dengan up hurigi nya, kembali malang menghampiri Ayatul. Dia harus merelakan kepalanya kembali ditendang oleh Annisha dengan tendangan Cangkul yang menjadi andalannya. Tak berhenti disitu hingga berakhirnya babak kedua Ayatul terus menerima tendangan cangkul Annisha di kepalanya dengan tidak berdaya untuk mengindar.
Sanim Fakaruddin mengatakan Ayatul perlu kembali belajar untuk mengenal lawan dari pertandingan pertama. “Cara Annisha sebetulnya tidak berubah, tetap sama dari babak pertama, harusnya sudah bisa di antisipasi di babak kedua oleh Ayatul”, ucap Sanim Fakaruddin. Lanjutnya, “Ndak apa, masih muda semua, belajar lagi untuk lebih baik, kejarlah Annisha di Kejuaraan Piala Pangdam BB Agustus mendatang ucapnya.

Pada babak final Annisha terkunci. Sepertinya dirinya dipantau sejak babak penyisihan oleh lawannya di babak final. Lawannya di babak final yang merupakan Jawara di kelas tersebut dengan mudahnya mengalahkan Annisha langsung dua babak sekaligus. Strategi serangan Annisha tidak dapat terlaksana selama babak final, dan akhirnya atlit muda ini keluar sebagai peraih medali perak.
Seusai babak final Under 47 Kg Prestasi tersebut, Sanim Fakaruddin berdiri di depan Meja Talent Scouting sambil bertepuk tangan. “Semangat”, teriaknya dari jarak 8 Meter dengan Annisha yang saat itu menangis karena tidak berhasil menjadi Jawara. Annisha harus merelakan Jihan Ufhairah Firmansyah kembali menjadi jawara di Kelas Under 47 Kg Cadet Putri Sumatera Utara.
Sanim Fakaruddin mengatakan Kejuaraan Piala Pangdam Bukit Barisan pada Agustus 2026 akan semakin seru. Annisha yang terlihat sangat berambisi kembali berkesempatan membalas kekalahannya dari Jihan Ufhairah Firmansyah. “Semangat ya, Agustus 2026 saya tunggu partai balas dendamnya”, ucap Sanim Fakaruddin sambil tersenyum.
Secara keseluruhan, Atit Dojang Vlayesha tempat Annisha berlatih telah mendulang 12 mendali dalam SNTC 2026 tersebut. Dari catatan panitia SNTC 2026 diketahui mereka berhasil menyabet 3 Medali Emas, 5 Medali Perak dan 4 medali perunggu. “Ada beberapa partai balas dendam Dojang yang kami menangkan”, ucap Sabeum Ayu sambil tertawa saat diwawancarai jurnalis gerakanmerdeka.com.
Pelatih Dojang Vlayesha ini mencatat beberapa kekalahan dojang nya dari dojang lain dikejuaraan sebelumnya yang harus dibalas di ajang SNTC 2026. Sabeum Ranti yang juga pelatih Dojang Vlayesha mengatakan semua kekalahan sebelumnya sudah terbalas di SNTC 2026 ini. “Ada Rayesha yang berhasil membalas 2 kekalahan dojang kami sebelumnya, dan semua dimenangkannya dengan cukup ganas. Dia menghabisi lawannya dengan menendang kepalanya sejak awal hingga akhir”, tutupnya sambil tersenyum. (yig)








