LMID Medan Ajak Masyarakat Tolak Perang Iran VS Israel – AS
Efek Perang Iran VS Israel – AS
Medan, 20 Mei 2026
Sudah tak salah lagi, perang Iran VS Israel – Amerika Serikat adalah pemicu merosotnya kondisi ekonomi saat ini. Semua bermula dari melonjaknya harga minyak dunia akibat berkurangnya pasokan minyak dunia akibat ditutupnya Selat Hormuz. Hal tersebut diatas disampaikan Rara kepada Jurnalis gerakanmerdeka.com saat ditemui di Pengadilan Negeri Medan. “Harus dihentikan perang itu, udah kemana-mana sekarang akibatnya dan korbannya adalah rakyat kecil”, tutur Rara.
Baca : Masyarakat Sipil Dunia Harus Bersatu Teriak Hentikan Perang
Rara adalah Ketua Liga Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi Kota Medan. Organisasi yang dipimpin nya untuk kota Medan ini, selama ini setia berjuang bersama buruh melawan ketidak adilan ditempat kerja. Baginya, perang tersebut saat ini sudah bukan hanya bicara keadilan bagi yang berperang, tapi juga bagi masyarakat negara lain yang tidak berperang. “Mereka yang berperang boleh saja teriak ketidak-adilan dari sudut pandang mereka, tapi ingat, saat ini ketidak adilan bagi yang tidak turut perang sudah terjadi akibat perang yang mereka lakukan”, tegasnya.
Atas nama kemanusiaan Rara menyerukan hentikan perang. “Atas nama kemanusiaan saya meminta agar perang dihentikan !”, ucap Rara tegas. “Saya meminta pihak yang berperang melihat akibat perang yang mereka lakukan bagi masyarakat di negara lain”, sambungnya. Lanjutnya, “Jika kalian mampu melihat akibatnya bagi yang tidak turut berperang, maka hentikan perang kalian itu segera”.
Lihat : DAMPAK PERANG IRAN VS ISRAEL & AS TERHADAP EKONOMI INDONESIA
Efek perang tersebut tidak sulit ditemukan. Dari pemberitaan media online kita dapat mengetahui negara mana saja yang kerepotan akibat perang tersebut. Secara umum hampir semua negara mengalami krisis energi. Hal tersebut terjadi akibat cadangan minyak yang menipis dan habis ditiap negara karena belum masuknya minyak yang melalui Selat Hormuz.
Di Indonesia sendiri yang paling menjadi sorotan adalah menurunnya nilai tukar rupiah terhadap nilai tukar Dolar Amerika Serikat. “Tukan, jadi untung dia yang berperang terhadap nilai tukar kita”, ucap Rara keras. Namun sebelum kenaikan Dolar AS marak dibicarakan, kenaikan harga plastik hingga 100% sudah lebih dahulu jadi perbincangan. “Banyak produk yang bahan bakunya salah satunya plastik, oleh karena itu kenaikan nya akan membuat produk lain ikut naik”, ucap Rara.
Selain itu Rara juga menyatakan tidak benar kenaikan dolar tersebut tidak berefek kepada masyarakat kecil. “Kok gak berefek pula katanya, jadi kedelai bahan baku tahu itu dari mana emang ? inport itu lebih dari setengah, dan itu inportnya pakai dolar”, tegas Rara. Tambahnya, “tidak hanya itu saja, ada gula, beras, daging pun kita ada yang import”.
Baca Juga : 11 Bahan Pangan RI Ini Dibeli Pakai Dolar, Jadi Favorit Warga RI
Di akhir wawancara gerakanmerdeka.com terhadap Mahasiswa Fakultas Hukum ini, Rara mengajak masyarakat tolak perang. “Saya mengajak semua elemen masyarakat untuk menyatakan menolak perang dan menyatakan hentikan perang”, ajak Rara. Ia mengatakan perang harus segera dihentikan karena merusak ekonomi dan sosial masyarakat dunia. (yig)








