Komite Sekolah Atau Forum Orang Tua Siswa/i Perlu Awasi MBG


Karikatur MBG dan PHK Buruh Karikatur MBG dan PHK Buruh

Asahan, 10 Maret 2026

Sudah banyak terdengar penolakan penolakan akan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari para tokoh di negeri ini. Berbagai alasan pun disampaikan dengan paparan-paparan yang mendetail dan terperinci. Namun pihak diluar itu pun tak kalah banyaknya yang berpendapat bahwa program MBG tersebut sudah tepat dan baik untuk Indonesia. 

Akan tetapi yang tidak dapat dipungkiri adalah maraknya pemberitaan tentang menu dan efek setelah memakan menu MBG. Mulai dari kualitas menu yang dipandang secara kasat mata dinilai tak layak pun sudah diinfokan oleh media secara gamblang. Begitupun efek negatif setelah memakannya yang juga sudah terberitakan dengan maksimal di media-media massa. Salah satunya yang paling di soroti tentunya adalah efek keracunan yang dialami siswa yang mengkonsumsi MBG tersebut.

Lihat : ADA RANTAI KORUPSI DI MBG, MENGUBAH MAKANAN BERGIZI MENJADI RACUN

Pemberitaan terkait kualitas menu berdasarkan pandangan kasat mata serta efek negatif setelah mengkonsumsinya sudah cukup maksimal. Begitupun pandangan tokoh tokoh masyarakat, juga sudah cukup maksimal dipublikasikan terkait buruknya pelaksanaan program tersebut. Namun hal tersebut ternyata tidak juga merubah kebijakan pemerintah. Akan tetapi perbaikan disana sini dari program tersebut terlihat nyata seolah merespon semua pemberitaan dan pandangan terkait MBG ini.

Di satu sisi jika hal ini terus terjadi (kritik dan perbaikan), ada baiknya guna menuju program MBG yang maksimal. Kualitas buruk dari menu yang dibagikan yang langsung dipublis, akan luar biasa jika langsung direspon dengan evaluasi oleh pemerintah. Hal ini jika terus terjadi diyakini akan dapat mendorong MBG menjadi lebih baik sepanjang objektif dasar pemikiran dari kritik dan pelaksanaan evaluasi.

Fanaban salah seorang orang tua siswa mengatakan MBG akan sangat mendukung ekonomi orang tua jika dibuat selayak mungkin. “Kalau bisa makan siang anak gak ditanggung lagi, ya cukup lumayan bagi kami buruh yang sudah di PHK ini”, terang Fanaban. Dirinya yang tahun lalu sebelum puasa di PHK oleh tempat kerjanya merasa terbantu jika MBG benar benar sehat bagi anak. Lanjutnya, “tapi kalau membuat anak keracunan, kami tetap tidak maulah, bagusan kami bontotin dari rumah saja makan siangnya”.

Baca Juga : Gaduh Anggaran MBG Ramadan Disebut Dikorupsi, BGN Angkat Bicara

Menurut Fanaban Komite Sekolah ataupun Forum Orang Tua Siswa harus segera membentuk tim pemantau MBG. “Kalau kita merasa perlu ada MBG untuk meringankan ekonomi dan ada manakan bergizi bagi anak melalui MBG, ya harus kita awasi MBG nya”, ucapnya. Lanjutnya, “perlu itu dipikirkan mode pengawasan orang tua terhadap MBG, sebab itu buat anak kita dan dari uang kita juga lewat pajak kita”. 

Saat ini memang menurut Fanaban mode pengawasan dari orang tua terhadap MBG belum terlihat. Namun ide ini sepertinya baik buat mengawal MBG menjadi lebih baik dari segi menu dan kemungkinan korupsi. “Mungkinkan ada korupsi atas biaya MBG, soalnya kan negeri ini korupsi nya dimana-mana, jadi perlu diawasi itu, apalagi oleh orang tua”, tutup Fanaban.

Baca Juga : MBG Diduga Beracun Lagi, Patut Diduga Ada Praktek Korupsi ?”

Pada dasarnya pengawasan adalah hal penting dari setiap program apapun. Sebab pengawasan lah yang mampu menjaga setiap program dapat berjalan sesuai dengan target dan harapan. Oleh karenanya para orang tua perlu memikirkan mode pengawasan dari para orang tua siswa secara langsung. (yig)

Nasib Orang Tua Siswa Penerima MBG
Nasib Orang Tua Siswa Penerima MBG
What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top