Siram Air Keras Ke Andrie = Satukan Perlawanan Para Aktifis
Rakyat Bersama Andrie
Medan, 18 Maret 2026
Lagi, aktifis masyarakat sipil pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) kembali mendapatkan intimidasi. Kali ini yang mengalaminya adalah Bung Andrie Yunus. Ia adalah Wakil Koordinator dari organisasi yang bernama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan yang disingkat, KontraS. Malam itu ia baru kembali dari sebuah acara Podcast di Kantor LBH Jakarta. Namun malang baginya, ditengah perjalanan pulang ke rumah Ia disiram dengan air keras pada wajah dan tubuhnya.
Baca : KontraS Ungkap Kronologi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Sekilas Peristiwa ini mengingatkan Rara kepada peristiwa meninggalnya Munir yang merupakan aktifias HAM yang juga dari Kontras. “Ia adalah salah satu pendiri KontraS bersama aktifis HAM lainnya di era reformasi 1998”, tutur Rara. Lanjutnya, “Munir harus melepaskan nyawanya akibat Arsenik yang memasuki tubuhnya secara misterius”. Tambahnya, “Kala itu ia sedang menuju Negara Belanda untuk kepentingan studinya.
Selain Munir, Rara juga menyampaikan bahwa peristiwa yang dialami Andrie juga mengingatkannya kepada yang dialami oleh Novel Baswedan. “Ia pun sama, disiram air keras oleh orang yang tak dikenal saat dari Masjid menuju rumahnya usai sholat shubuh”, info Rara. “Kini Ia (Novel) kehilangan kemampuan melihat pada mata sebelah kiri”, sambungnya.
Mahasiswi Fakultas Hukum ini adalah aktifis mahasiswa dari organisasi mahasiswa yang bernama LMID Sekretariat Kota Medan. Nama Organisasi nya tersebut (LMID) merupakan singkatan dari Liga Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi. Rara adalah Ketua LMID untuk Kota Medan tersebut. Dalam keehariannya Rara dan kawan-kawannya aktif melakukan advokasi terhadap kaum buruh di Sumatera Utara. Dari informasi yang dimiliki gerakanmerdeka.com, anggota LMID Kota Medan ternyata anak-anak buruh dari salah satu serikat buruh di Sumatera Utara.
Baca Juga : LMID Dan Buruh Gugat Pasal 11 Ayat (2) UU Sisdiknas Ke MK
Rara mengatakan bahwa terkait intimidasi yang dialami aktifis ditahun ini, pertama sekali dialami oleh Aktifis Mahasiswa. “Intimidasi tersebut dialami oleh Tio Ardianto lewat wa dan telpon gelap dari luar negeri”, info Rara. Lanjutnya, “Tio adalah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Gajah Mada di Jogjakarta”. Dari Rara diketahui intimidasi yang dialami Tio berawal dari statementnya yang mengaku kecewa dengan pemerintahan saat ini. “Namun belum selesai negara merespon apa yang dialami Tio, Andrie terberitakan menjadi korban intimidasi berikutnya”, ucapnya sambil menggeleng.
Perempuan yang bercita-cita menjadi Advokat ini mengatakan apa yang dialami Andrie adalah Alarm persatuan bagi para aktifis. “Kejadian yang dialami Andrie merupakan alarm persatuan bagi seluruh aktifis, ini sisi baiknya apa yang dialami Bung Andrie, tegas Rara. Lanjutnya, “Selama ini kitanya tegur sapa dan bertemu di ruang-ruang diskusi dan demonstrasi, kini harus lebih dari itu”, ucapnya lantang.
Baca Juga : Juraidah Siapkan Anak Jadi Sarjana Hukum Tuk Gugat Pengusaha
Dia pun menceritakan tentang aktifis buruh yang tidak pernah absen mengalami intimidasi sebelum dan sesudah melakukan demonstrasi. “Umumnya menjelang Mayday, atau menjelang aksi buruh sebelum pengumuman kenaikan upah”, infonya. “Kawan-kawan buruh pasti ada aja yang mengalami intimidasi, hanya saja sialnya intimidasi menurut kita dengan menurut pemerintah berbeda”, ucapnya tertawa. Lanjutnya, “sebentar lagi mayday, lihat saja buktinya nanti”, tutup Rara.
Sepertinya Andrie akan menjadi simbol persatuan para aktifis yang mengkritisi kondisi di negara Indonesia selama ini. Disisi lain saat berita ini diterbitkan, titik terang tentang pelaku penyiraman Andrie dengan air keras sudah semakin jelas. Hari berikutnya akan mengungkap siapa pelaku dan dalang dari kejadian yang dialami oleh Andri. (yig)








