Tim Kesehatan Jalanan Pada Aksi Tolak Kenaikan Tunjangan DPR

Jakarta, 30 Agustus 2025
Banyak korban luka dalam aksi penolakan kenaikan tunjangan kesejahteraan DPR-RI. Hal tersebut bertambah banyak paska meninggalnya Affan Kurniawan dalam aksi tanggal 29 Agustus 2025. Dia adalah Driver Ojol yang ada dalam krumunan massa aksi yang tak sempat menghindari mobil trantis yang sedang melaju kencang. Alhasil, dia harus meregang nyawa saat tiba di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo ketika hendak dirawat.
Baca : Demo Jakarta Semakin Marak Setelah Pemakaman Affan Kurniawan
Rekan-rekannya sesama Driver Ojol langsung bersolidaritas dengan mengejar mobil tersebut, dan sebagian membawanya ke rumah sakit. Namun karena ajal yang tak bisa dielakkan, dia pun meninggal dalam perawatan medis. Sedangkan yang mengejar mobil tersebut, akhirnya tiba di Mako Brimob didaerah Kwitang dan melakukan aksi disana.
Sejak kejadian yang menimpa Almarhum Affan, massa aksi khususnya dari Driver Ojol semakin banyak turut dalam aksi tersebut. Pada umumnya aksi tersebut terkonsentrasi di Mako Brimob Kwitang dan juga Kantor Polda Metro Jaya. Dan tidak berlangsung lama, Massa aksi yang semakin bringas merusak fasilitas umum yang ada khususnya milik kepolisian.
Namun karena merasa terdesak dan mungkin lelah sehingga sulit menahan emosi, pihak kepolisian pun melakukan perlawanan. Gas Air Mata pun ditembakkan yang menyebabkan banyaknya massa aksi mengalami keperihan pada mata. Tak hanya itu, banyak pula yang mengalami gangguan pernafasan akun hingga harus dibantu dengan oksigen.
Ditengah-tengah massa aksi ternyata ada sekumpulan pemuda yang menggunakan atribut medis membuat posko taktis. Mereka merawat massa aksi yang mengalami efek negatif dari gas air mata dan juga yang kena pentungan. Arga, dia adalah salah seorang para medis yang ada dilapangan yang turut merawat demonstran yang menjadi korban malam itu. Tidak sedikit yang Arga dan rekan-rekannya rawat, sehingga dia dan rekan nya tersebut langsung kehabisan peralatan medis.
Baca Juga : Titik Unit Ambulans di Sejumlah Lokasi Demo Jakarta 29 Agustus 2025
Cukup banyak juga luka-luka yang mereka rawat dengan berbagai alasan penyebab luka tersebut. Tak sedikit pula mereka harus menyeka darah para korban yang dibawa ke mereka untuk diberi perawatan. Cukup membantu sebagai pertolongan pertama, sebelum para korban dibawa ke rumah sakit oleh ambulans yang mereka siapkan.
Namun tak jarang juga mereka malah turut menjadi korban. Mereka harus menjadi korban Gas Air Mata khususnya saat arah angin menuju ke mereka. Tak jarang peralatan medis yang ada pun harus mereka gunakan untuk dirinya sendiri.
Lihat : Instagram
Mereka tidak perduli dengan isi aksi tersebut, apalagi tentang cerita mengenai keberadaan penyusup dalam aksi. Tidak peduli juga mereka tentang cerita mengenai demo tersebut ditunggangi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka hanya perduli kepada rasa kemanusiaan mereka, yang mendorong mereka bersatu untuk memberi pertolongan. Sungguh mulia perbuatannya, yang tanpa pamrih terus memberi pertolongan bagi massa aksi yang membutuhkan perawatan medis. (yig)
