Australia Krisis BBM. Aban: “Awas Ada Yang Coba Cari Untung”
Karikatur Australia Krisis BBM
Kisaran, 30 Maret 2026
Selat Hormuz belum juga dibuka oleh Iran. Akibatnya, penjemputan dan penghantara minyak jadi tertunda. Akibat lanjutannya, beberapa negara mulai mengalami kelangkaan minyak di negaranya masing-masing.
Negara Australia sudah beberapa hari ini diberitakan mengalami kelangkaan minyak di negaranya. Banyak SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) disana yang dikabarkan tidak memiliki BBM lagi. Sehingga, tidak dapat berfungsi seperti biasa untuk melayani kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) warganya sehar-hari.
Baca : PM Australia Akui Krisis BBM Kian Buruk, Jangka Panjang Belum Tentu Aman
Tidak hanya Australia, tersebut juga negara lain mengalami hal yang sama. Negara tersebut diantaranya adalah Filipina, Korea dan negara lainnya. Kedua negara tersebut (Filipina dan Korea) saat ini telah mengambil langkah penanganan seperti Australia. Jika Australia menggratiskan penggunaan bus dan kreta, tidak demikian pafa Filipina dan Korea.
Rsspon Filipina atas kelangkaan BBM tersebut adalah mengijinkan penggunaan BBM yang lebih kotor. Hal ini dilakukan dengan sebelumnya para warga viral berjalan kaki menuju kantor masing-masing. Lain hal nya dengan Korea Selatan. Dalam menghadapi krisis BBM negri ginseng tersebut terapkan pembatasan mobil dinas.
Baca Juga : Imbas Perang, Korsel Pangkas BBM & Batasi Mobil Dinas
Dalam pembicaraan ngalor ngidul nya di tempat nya berjualan, Fanaban dan temannya sesama pedagang turut membahas hal tersebut. Aban (panggilan akrab Fanaban) mengatakan, hati-hati adanya yang coba cari untung ditengah krisis BBM di negara luar. “Ingat ko waktu masalah minyak goreng ? dibilang jangan eksport, eh ada aja yang berani lakukan eksport”, ucap Fanaban. Lanjutnya, “jadi harus hati-hati para penegak hukum, harus patroli, jangan sampai SPBU main mata dengan mafia BBM”.
Baca Juga : Anto Gondrong, “Indonesia Beli Minyak ? Tidak Salah Itu ?”
Ia menceritakan ada penangkapan beberapa pengusaha minyak sawit yang ketahuan melakukan eksport di tengah larangan eksport. Andrie rekan nya di pasar Bagan Asahan pun menyetujui usul Aban tentang patroli pihak kepolisian. “Tapi kita pun Ban, kalau lihat ada yang mencurigakan jangan lupa lapor polisi, harus kita bantu pulak orang itu kalau ada info”, tambahnya.
Mereka berdua menyatakan salutnya kepada pemerintah Indonesia saat ini yang masih saja belum terdampak atas penutupan Selat Hormuz. “Mantap juga pemerintah kita ini, negara sebesar Australia sudah pengumuman krisis, kita masih aman aja BBM tu”, ucap Andrie. “Tapi macam kau bilang tadi, tetap kita harus pantau dan lapor kalau ada yang coba coba cari untung”, ucap Aban. Lanjutnya, “Di kita pun banyak pemain lo, banyak kali pun, yang gini-gini bisa saja diolahnya ini biar cair”.
Lihat : Australia Krisis BBM! 608 SPBU Kehabisan Stok Bensin dan Solar
Hingga kini perang memang belum usai. Padahal jika dilihat dari segi efeknya, tidak hanya yang berperang merasakannya. Negara yang tidak turut berperang pun terdampak efek dari perang tersebut terkait pasokan BBM yang masuk. Saat ini beberapa negara yang sudah mengalami kelangkaan minyak sudah sibuk menyiapkan program menghadapi krisis tersebut. Namun, yang paling mungkin menyelesaikan masalah krisis ini segera, tetaplah pengakhiran perang. (yig)








